Beda Bitcoin dan Ethereum - Receh Coin

Kamis, 13 Februari 2020

Beda Bitcoin dan Ethereum

Siapa yang bakal menyangkal kalau Ethereum adalah mata uang kripto terbesar kedua setelah Bitcoin. Dalam beberapa hal baik Bitcoin maupun Ethereum memiliki banyak kesamaan. Keduanya adalah aset investasi yang paling menjanjikan dibandingkan dengan coin lainnya, nggak percaya?

Lihat saja dari sisi marketcap, volume transaksi harian dan indikator lainnya baik Bitcoin maupun Ethereum memang layak menduduki dua besar sebagai mata uang kripto paling terkenal.

Bitcoin dan Ethereum, keduanya diperdagangkan di exchange atau pertukaran online seperti di Binance, Kucoin, Huobi atau Indodax juga bisa disimpan di berbagai macam wallet baik hardware maupun software wallet.

apa beda bitcoin dan ethereum


Kedua mata uang kripto sama terdesentralisasi artinya Bitcoin dan Ethereum tidak diatur dan  dikeluarkan oleh sebuah negara, lembaga, otoritas, bank sentral manapun. Keduanya sama-sama memanfaatkan Blockchain sebagai teknologi buku besar terdistribusi (ledger).

Lalu apakah ada perbedaan antara Bitcoin dan Ethereum?

Tujuan awal dari Bitcoin dari saat pertama kali muncul yakni tahun 2009 silam sampai sekarang tetap sama yakni ingin menjadi sistem keuangan terdesentralisasi secara global, dimana pengguna bisa memiliki kontrol penuh atas aset dan keuangan mereka, tidak dikendalikan oleh bank atau otoritas tertentu.

Sedangkan ethereum, selain tujuannya bukan hanya sekedar sistem pembayaran saja, tapi Vitalik Buterin sebagai pendiri Ethereum percaya bahwa teknologi Blockchain mempunyai potensi besar untuk hal besar lainnya. Sebagai contoh Smart Contract di Ethereum akan memfasilitasi peserta kontrak untuk sepakat berinteraksi satu sama lain di jaringan ethereum.

Maka jangan heran bila kemudian kamu sering mendengar token ERC20 yang berjalan di jaringan Ethereum. Jumlahnya tak hanya puluhan tapi ratusan smart contract! Peserta smart contract di Ethereum dapat langsung berinteraksi satu sama lain tanpa perlu perantara atau pihak ketiga.

Setiap langkah dari smart contract hanya dapat diimplementasikan setelah eksekusi langkah sebelumnya. Smart Contract bertindak sebagai blueprint untuk aplikasi terdesentralisasi (DApp). Nantinya semua konten dan data di dalam DApp tidak dimiliki oleh satu entitas tunggal.

Dari sisi harga, tentu saja Bitcoin memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan Ethereum.

Share with your friends