Beda CryptoCurrency dan Bitcoin - Receh Coin

Senin, 27 Januari 2020

Beda CryptoCurrency dan Bitcoin

CryptoCurrency secara sederhana bisa diartikan sebagai mata uang digital (kripto) yang menggunakan teknologi kriptografi untuk keamanannya dan Bitcoin merupakan Cryptocurrency pertama yang sudah ada selama lebih dari 10 tahun. Sama seperti mata uang riil, kamu bisa menggunakan Bitcoin untuk menjual, membeli dan tentu saja memperdagangkan jasa dan barang sekaligus sebagai investasi masa depan.

Saat ini setidaknya ada lebih dari 900 lebih cryptocurrency yang beredar di dunia, tapi yang menjadi primadona tetap saja Bitcoin dimana hampir menguasai 40 persen dari total jual beli aset digital di berbagai exchange. Harga satu Bitcoin saat ini di awal 2020 mencapai 100 juta per 1 BTC dan diprediksi harga tersebut akan terus naik seiring dengan banyaknya permintaan terhadap BTC. Banyak Token atau Coin lain yang berusaha untuk mengalahkan Bitcoin namun tak sedikit dari mereka justru yang harus kalah dan akhirnya tenggelam di bawah bayang kebesaran Bitcoin.

Dari penjelasan singkat diatas sudah bisa kita simpulkan bahwa Bitcoin adalah Cryptocurrency, sedangkan Cryptocurrency bukan hanya Bitcoin saja tapi kini jumlahnya mencapai ratusan bahkan hampir mencapai 1000 jenis cryptocurrency seperti contohnya Ethereum, Ethereum Classic (ETC), Doge, Cardano, Stellar Lumen, NANO, WAVES, BCC, QTUM, BNB, KCS, Litecoin, Dash dan lain-lain, kalau disebutkan satu persatu bisa menghabiskan waktu setengah jam lebih, hehe.

apa bitcoin itu


Berbeda dengan mata uang riil yang dikeluarkan secara resmi oleh sebuah negara, sebagai contoh rupiah dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia dan kemudian dikendalikan oleh bank, maka ketika kamu melakukan transaksi seperti transfer ke rekan kerja, maka kita membutuhkan campur tangan bank untuk melakukan otorisasi dan memproses transaksi tersebut.

Bitcoin di satu lain tidaklah dikeluarkan oleh negara manapun sehingga tidak ada negara yang berhak mengendalikan setiap transaksi Bitcoin. Transaksi bitcoin berjalan pada Blockchain, yang diverifikasi oleh komputer yang menjalankan Blockchain tersebut dan kamu tahu bahwa komputer yang digunakan untuk proses otorisasi ini bisa dimiliki oleh siapa saja bahkan oleh kamu. Dari sini kita bisa tahu bahwa yang mengendalikan transaksi adalah para pengguna Bitcoin itu sendiri, tidak dikendalikan oleh sebuah badan atau lembaga.

Beda CryptoCurrency dan Bitcoin


Namun ternyata meski disebut sebagai cryptocurrency atau mata uang kripto namun ternyata saat ini Bitcoin belum dianggap sebagai alat pembayaran tapi malah dimasukan ke kategori aset digital yang memiliki nilai ekonomi bagi penggunanya. Bitcoin saat ini identik dengan aset yang diperjualkan belikan di bursa berjangka atau exchange seperti Indodax, Binance, Kucoin. Untuk transaksi jual beli jasa, barang masih sangat minim perusahaan atau pedagang yang menerima pembayaran dengan Bitcoin, namun demikian trend saat ini menunjukan perubahan yang signifikan dari adopsi Bitcoin untuk transaksi di dunia nyata.

Naik turunnya harga Bitcoin saat ini lebih banyak ditentukan oleh aksi jual (sell) dan beli (buy) di Exchange, karena itulah fluktuasi harganya kadang tidak bisa diprediksi. Banyaknya cukong dengan modal jutaan dollar, mampu mempermainkan harga jual dan beli. Belum lagi terjadinya hacking terhadap berbagai macam exchange besar di dunia, turut juga mempengaruhi harga Bitcoin dan token lainnya.

Share with your friends